Thursday, August 27, 2015

Menjadi Seorang Ayah yang Baik

Setiap manusia tidak memiliki keyakinan untuk melanjutkan keturunan.

Sudah fitrahnya. Ciri setiap makhluk hidup itu berkembang biak, jadi wajar saja kalau manusia bertambah banyak setiap tahun. Berawal dari berpasang-pasangan, kemudian memiliki penerus. Ada lelaki ada perempuan.


Setiap lelaki, yang normal tentu saja, dalam melanjutkan jalur keturunannya suatu saat akan menjadi seorang ayah. Kalau gak jadi ayah ya jadi bapak, papa atau istilah lainnya. Menjadi seorang ayah itu tidak diajari tetapi biasanya harus belajar sendiri. Bagaimana kita dulu menginginkan seorang ayah yang ideal, begitulah hendaknya kita bertindak.

Menjadi seorang ayah yang baik itu belum tentu mudah, tapi juga belum tentu sulit. Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk menjadi ayah yang baik.
Apa aja sih?

Yuk kita lihat beberapa diantaranya

1.    Selalu hadir untuk anak
Luangkan waktu untuk anak. Jika ingin menjadi ayah yang baik, maka Anda harus menyisihkan waktu setiap hari untuk anak-anak –atau setidaknya setiap minggu– sesibuk apapun Anda.
Jadikan waktu yang ada bersama anak anda berharga. Atur jadwal kerja Anda sehingga Anda dapat mengantarkan si kecil pada hari pertamanya masuk sekolah, menemani anak Anda bermain bola atau pada saat putra atau putri Anda lulus SMA. Anak-anak Anda akan ingat saat-saat ini selama sisa hidup mereka, dan bisa didampingi oleh Anda disaat-saat penting dalam hidup mereka akan berarti banyak. Sesibuk apa pun, jangan lewatkan masa ketika salah satu dari anak Anda mengalami tonggak sejarah dalam kehidupannya. Atau Anda akan menyesal di kemudian hari. Kuncinya jauhi gadget selama bersama anak Anda.

2.    Awasi tumbuh kembang anak 

Seorang ayah yang baik  harus ada dalam masa-masa penting kehidupan anak. Pelajari fase perkembangan anak Anda. Usia batita, balita, pubertas dan remaja memiliki karakter masing-masing. Banyak berbicara tentang mereka. Mencari informasi tentang tumbuh kembang anak akan sangat membantu Anda mengenali anak Anda.

3.    Ajarkan anak tentang rutinitas hidup

 Ajarkan anak-anak Anda bagaimana menyelesaikan tugas-tugas dasar kehidupan. Contoh: ajari anak Anda bagaimana membersihkan tempat tidur, menggunakan kamar mandi, menyikat gigi dengan benar, atau membantu mereka belajar naik sepeda. Anda juga dapat mengajari anak Anda bagaimana menjaga kebersihan dengan baik. Anak-anak membutuhkan pelajaran hidup dari Anda baik dalam hal-hal kecil sekali pun. Bantu anak-anak Anda belajar dari kesalahan mereka. Jika mereka telah melakukan sesuatu yang salah, Anda harus membantu mereka untuk melihat, bertindak dan berbicara dengan benar untuk menghindari perilaku tersebut terulang di masa mendatang.

4.    Membangun komunikasi dengan anak

Perbanyak komunikasi dengan anak. Pastikan untuk memeriksa kebutuhan yang sebenarnya mereka inginkan. Cari tahu apa yang ada di pikiran mereka dan cobalah untuk selalu berada satu langkah di depan. Jangan hanya menanyakan pertanyaan dangkal seperti, "Bagaimana harimu?" tanpa benar-benar ingin tahu jawabannya. Jika anak-anak Anda telah beranjak remaja, besar kemungkinan mereka tidak ingin membahas rincian hari-hari mereka dengan Anda. Pastikan untuk terus mencari tahu apa saja kebutuhan yang anak Anda inginkan tanpa harus mengikatnya dengan pertanyaan dan kebiasaan yang menganggu. Mengajak anak bermain sambil ngobrol bisa menjadi cara yang baik.

5.    Ajarkan nutrisi yang baik
Nutrisi yang tepat akan menjadikan tubuh sehat. Jauhi junk food. Memberikan makanan junk food kepada anak-anak akan membuatnya seperti bom waktu menjadi obesitas. Ketika anak Anda mengalami kegemukan, maka berbagai masalah kesehatan akan menghampirinya. Permen dan makanan manis lainnya harus dibatasi demi kesehatan gigi anak.

6.     Ajak anak untuk berlatih fisik

Buatlah kegiatan olahraga bersama dengan anak-anak agar mereka dapat memahami manfaat penting olahraga bagi tubuh mereka tanpa merasa bosan. Ajak mereka berenang, bermain bola bersama atau jogging dipagi hari. Buatlah kegiatan tersebut menjadi menyenangkan dengan diiringi tawa. Jangan terlalu serius. Jika Anda membuat aktivitas tersebut terlalu serius, ada kemungkinan anak-anak akan merasa tidak senang atau bosan, bahkan tidak mau melakukannya lagi.

7.     Perlakukan istri Anda dengan hormat
Untuk menjadi role model yang baik, maka Anda harus mulai memperlakukan istri Anda dengan hormat. Anda harus membiarkan anak-anak Anda melihat betapa banyak cinta Anda padanya. Biarkan anak-anak melihat Anda memuji ibu mereka dan memberinya cinta dan kasih sayang. Jika ibu anak-anak senang, maka seluruh keluarga Anda akan senang. Anak anda akan meniru perilaku Anda. Jika Anda dan ibu anak-anak sudah bercerai, maka Anda tidak harus mengatakan kata-kata atau hal-hal yang buruk tentang ibu mereka. Membiarkan mereka melihat kurang idealnya hubungan Anda akan membuat mereka stres dan bingung. Jangan sesekali bertengkar di hadapan anak.

Jangan jadikan tanggung jawab seorang ayah  menjadi beban untuk diri Anda sendiri. Seorang ayah tidak perlu didorong untuk ikut menanggung beban dalam hal pengasuhan anak, karena memang kewajibannya dan kebutuhannya. Anda akan bisa merasakan kesenangan apabila Anda menikmati prosesnya. Tersenyum ketika melihat anak Anda melakukan hal yang menyenangkan adalah salah satunya.
Masih banyak tips untuk menjadi ayah yang baik. Keep positive and be a daddy.